Love her song, called Your Song
Intuitive
Magnified
Smooth
I give this “Box Full of Bright” to you.
So you can pass through the wall.
That will make change for the whole round.
Believe, and have faith in me.
Shit happens!
(Credit to http://www.fanpop.com/fans/Mela1994)
Great Line When people try to define the great line, they can’t. When people try to unbound the wire, they can’t. But people always try to write the line on the horizon. Under crazy circumstances. Under the Hand of God. And people will try to define those great line. _jaktykusuma

Great Line

When people try to define the great line, they can’t.

When people try to unbound the wire, they can’t.

But people always try to write the line on the horizon.

Under crazy circumstances.

Under the Hand of God.

And people will try to define those great line.

_jaktykusuma

Tightly linked.
Fucked up.
Unbreatheable.
Unmoveable.
@%^&*&^%$…!!!!!!!!
(Credit to http://akiaelith.deviantart.com/)
Surrealist Manifesto
-credit to Salvador Dali
Feather, why you fall from the bright sky?
Feather, is so light, lighter than a wind
Feather, why you so white?
Feather, is from an Angel’s wings
Feather, can i claim you as My Immortal Beloved?
Feather, as you see in your ribs, i’m the missing piece of the puzzle
- Feather - (.jaktykusuma.)
Reign of Evolution Diskusi tentang Teori Evolusi memang menarik, pada dasarnya “awam” menganggap kalau Teori Evolusi berbunyi tentang manusia berasal dari monyet. Saya tidak akan membahas manusia berasal dari mana, tapi yang saya bahas adalah tentang “Genetic Flow” dan “Mutation” yang menjadi dasar dari evolusi. Pada dasarnya, semua makhluk hidup memiliki 4 basa nukleotida (Adenin, Timin, Guanin, Cytocine) atau biasa disungkat ATGC. 4 elemen dasar ini merupakan bagian dari DNA (udah tau yah DNA itu apa?) yang merupakan sumber atau kode gen (jika dirangkaikan, menjadi kromosom, terletak di inti sel) yang mengekspresikan suatu “karakter” tertentu. Ada teori yang namanya “Centra Dogma” yaitu teori tentang proses, sederhananya, bagaimana sebuah gen dalam makhluk hidup terekspresikan. Berawal dari DNA yang direplikasikan menjadi Double Helix, setelah proses replikasi, DNA ddouble helix tersebut di transkripsikan menjadi RNA, setelah menjadi RNA, ditranslasikan menjadi Asam Amino. Nah, asam amino inilah yang “tampak” secara langsung pada setiap organisme. Contoh: manusia yang bermata biru dan bermata cokelat, susunan basa nukleotida nya pasti berbeda. Karena, DNA2 nya (setelah melalui proses centra dogma) akan menghasilkan asam amino yang berbeda pula ILUSTRASI SUSUNAN BASA NUKLEOTIDA: Mata Biru:CCTGACATGCATGCTATATAGGGGGCC CCGTACGTATCATGCATGCATTCTA MATA Cokelat:CCTGACATGCATGCTATATAGGGGGCC CCGTACGTATCATGCATGCATAGCC Nah, itu tadi merupakan dasar2 sederhana pengekspresian sebuah gen, dari susunan basa nukleotida tersebut, 4 basa terakhir berbeda, itu yang menyebabkan penampilan fisik organisme hidup berbeda satu sama lain. TETAPI PADA DASARNYA SEMUA MAKHLUK HIDUP MEMILIKI BASA NUKLEOTIDA YANG SAMA, hanya susunannya saja yang berbeda. Bayangkan sebuah PUZZLE, terserah mau urutannya seperti apa, jika kita memainkan ilmu probabilitas, maka setiap hasil dari susunan puzzle tersebut akan berbeda-beda. Sekarang kita lanjut ke Materi Dasar selanjutnya, sebelum ke teori evolusi nya. Dalam ilmu genetika, tak ada ilmuwan genetika molekuler yang tak mengenal prinsip P = G x E P = Phenotypic (maksudnya penampilan fisik) G = Genetic (susunan genetik) E = Environment (lingkungan) Get the point? Yakkkk, artinya, penampilan fisik suatu organisme tergantung dari interaksi genetik dan lingkungan hidupnya. Contoh sederhananya adalah bagaimana manusia bisa berkulit hitam? Pada dasarnya warna kulit manusia adalah putih (bayangkan gen dasar warna kulit adalah putih), namun akibat sinar matahari (Sinar matahari merupakan faktor lingkungan) selalu menerpa kulit lebih dari 11 jam perhari, sehingga memaksa kulit memproduksi pigmen eumelanin dan membuat kulit kita menjadi hitam. Ingat gan/sis, pigmen eumelanin jg dikendalikan oleh gen. Kesimpulan studi kasus di atas menggambarkan, bahwa gen akan selalu terekspresi bersamaan dengan pengaruh dari faktor lingkungan. Nah, kalau orang Indonesia, gen dari pengendali pigmen eumelanin ini sifatnya dominan, bukan resesif, sehingga kulit orang indonesia Coklat. Nah, sekarang ada yang namanya “Mutasi Gen”. Maksudnya adalah perubahan susunan basa nukleotida secara spontan. Susunannya bisa mengganda, hilang, salah posisi, dll. Mutasi terjadi secara alami atau buatan. Mutasi alami terjadi dari rentang waktu ribuan tahun hingga jutaan bahkan miliaran tahun. Yang patut dipahami disini adalah, tidak semua efek mutasi adalah buruk, karena para ahli Pertanian menggunakan metode mutasi buatan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pada komoditas pertanian tertentu. Sekarang bayangkan, penjelasan tentang P = G x E, ekspresi gen tergantung lingkungan, jika terjadi secara sistemik dan berlanjut, maka akan menyebabkan mutasi. Mutasi yang terakumulasi (akumulasi maksudnya dari seluruh jaringan organisme hidup) akan menyebabkan Evolusi. Mungkin itulah Darwin mencetuskan Teori Evolusi karena melihan Burung Finch di Kep. Galapagos memiliki struktur paruh yang berbeda. Jelas lah berbeda, karena lingkungan hidup Kep. Galapagos secara spesifik memaksa burung2 tersebut memakan makanan yang berbeda, sehingga mempengaruhi bentuk paruhnya.   Ilmu Pengetahuan ternyata menjelaskan apa yang sudah Agama utarakan. Saya bangga menjadi orang yang beragama (ane muslim), karena dengan mempelajari Ilmu Pengetahuan, saya bisa semakin menyayangi Agama saya. Bagaimana hebatnya sang Pencipta mengkreasikan suatu mekanisme organsme yang sangat kompleks, padahal dasar nya hanya A T G C saja…!

Reign of Evolution

Diskusi tentang Teori Evolusi memang menarik, pada dasarnya “awam” menganggap kalau Teori Evolusi berbunyi tentang manusia berasal dari monyet.

Saya tidak akan membahas manusia berasal dari mana, tapi yang saya bahas adalah tentang “Genetic Flow” dan “Mutation” yang menjadi dasar dari evolusi.

Pada dasarnya, semua makhluk hidup memiliki 4 basa nukleotida (Adenin, Timin, Guanin, Cytocine) atau biasa disungkat ATGC. 4 elemen dasar ini merupakan bagian dari DNA (udah tau yah DNA itu apa?) yang merupakan sumber atau kode gen (jika dirangkaikan, menjadi kromosom, terletak di inti sel) yang mengekspresikan suatu “karakter” tertentu.

Ada teori yang namanya “Centra Dogma” yaitu teori tentang proses, sederhananya, bagaimana sebuah gen dalam makhluk hidup terekspresikan. Berawal dari DNA yang direplikasikan menjadi Double Helix, setelah proses replikasi, DNA ddouble helix tersebut di transkripsikan menjadi RNA, setelah menjadi RNA, ditranslasikan menjadi Asam Amino. Nah, asam amino inilah yang “tampak” secara langsung pada setiap organisme.

Contoh: manusia yang bermata biru dan bermata cokelat, susunan basa nukleotida nya pasti berbeda. Karena, DNA2 nya (setelah melalui proses centra dogma) akan menghasilkan asam amino yang berbeda pula

ILUSTRASI SUSUNAN BASA NUKLEOTIDA:

Mata Biru:CCTGACATGCATGCTATATAGGGGGCC CCGTACGTATCATGCATGCATTCTA
MATA Cokelat:CCTGACATGCATGCTATATAGGGGGCC CCGTACGTATCATGCATGCATAGCC


Nah, itu tadi merupakan dasar2 sederhana pengekspresian sebuah gen, dari susunan basa nukleotida tersebut, 4 basa terakhir berbeda, itu yang menyebabkan penampilan fisik organisme hidup berbeda satu sama lain. TETAPI PADA DASARNYA SEMUA MAKHLUK HIDUP MEMILIKI BASA NUKLEOTIDA YANG SAMA, hanya susunannya saja yang berbeda. Bayangkan sebuah PUZZLE, terserah mau urutannya seperti apa, jika kita memainkan ilmu probabilitas, maka setiap hasil dari susunan puzzle tersebut akan berbeda-beda.

Sekarang kita lanjut ke Materi Dasar selanjutnya, sebelum ke teori evolusi nya.

Dalam ilmu genetika, tak ada ilmuwan genetika molekuler yang tak mengenal prinsip

P = G x E
P = Phenotypic (maksudnya penampilan fisik)
G = Genetic (susunan genetik)
E = Environment (lingkungan)


Get the point? Yakkkk, artinya, penampilan fisik suatu organisme tergantung dari interaksi genetik dan lingkungan hidupnya. Contoh sederhananya adalah bagaimana manusia bisa berkulit hitam? Pada dasarnya warna kulit manusia adalah putih (bayangkan gen dasar warna kulit adalah putih), namun akibat sinar matahari (Sinar matahari merupakan faktor lingkungan) selalu menerpa kulit lebih dari 11 jam perhari, sehingga memaksa kulit memproduksi pigmen eumelanin dan membuat kulit kita menjadi hitam. Ingat gan/sis, pigmen eumelanin jg dikendalikan oleh gen.

Kesimpulan studi kasus di atas menggambarkan, bahwa gen akan selalu terekspresi bersamaan dengan pengaruh dari faktor lingkungan. Nah, kalau orang Indonesia, gen dari pengendali pigmen eumelanin ini sifatnya dominan, bukan resesif, sehingga kulit orang indonesia Coklat.

Nah, sekarang ada yang namanya “Mutasi Gen”. Maksudnya adalah perubahan susunan basa nukleotida secara spontan. Susunannya bisa mengganda, hilang, salah posisi, dll. Mutasi terjadi secara alami atau buatan. Mutasi alami terjadi dari rentang waktu ribuan tahun hingga jutaan bahkan miliaran tahun. Yang patut dipahami disini adalah, tidak semua efek mutasi adalah buruk, karena para ahli Pertanian menggunakan metode mutasi buatan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pada komoditas pertanian tertentu.

Sekarang bayangkan, penjelasan tentang P = G x E, ekspresi gen tergantung lingkungan, jika terjadi secara sistemik dan berlanjut, maka akan menyebabkan mutasi. Mutasi yang terakumulasi (akumulasi maksudnya dari seluruh jaringan organisme hidup) akan menyebabkan Evolusi.



Mungkin itulah Darwin mencetuskan Teori Evolusi karena melihan Burung Finch di Kep. Galapagos memiliki struktur paruh yang berbeda. Jelas lah berbeda, karena lingkungan hidup Kep. Galapagos secara spesifik memaksa burung2 tersebut memakan makanan yang berbeda, sehingga mempengaruhi bentuk paruhnya.

  Ilmu Pengetahuan ternyata menjelaskan apa yang sudah Agama utarakan.

Saya bangga menjadi orang yang beragama (ane muslim), karena dengan mempelajari Ilmu Pengetahuan, saya bisa semakin menyayangi Agama saya. Bagaimana hebatnya sang Pencipta mengkreasikan suatu mekanisme organsme yang sangat kompleks, padahal dasar nya hanya A T G C saja…!